Integrasi Kampanye Membangun Lebih Baik ke dalam Budaya Lokal


Orang Minangkabau (orang-orang Sumatra Barat) cenderung untuk melihat bukti sebelum mengikuti perubahan atau inovasi. Mereka berhati-hati dengan gagasan yang belum pernah terbukti atau gagasan yang mereka anggap hanya sebagai kabar angin. Mereka sangat cerdas dan cukup kritis, dan disini, “Cimeeh” atau ‘keras kepala atau menantang’ merupakan karakteristik umum orang Sumatra Barat.


Praktik lokal ‘menantang’ menstimulasi debat dan mendorong orang untuk melihat lebih dalam, atau untuk memperoleh pemahaman yang lebih dalam mengenai pertanyaan yang diajukan. Untuk masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil di Sumatra Barat, menerima informasi baru tidaklah mudah. Namun, mereka merupakan pembaca yang antusias dan menghargai akses terhadap gagasan baru sebagai pertimbangan.

Jadi bagaimana kampanye kesadaran publik sukses terbangun di wilayah terpencil di Sumatra Barat dimana “Cimeeh” masih merupakan bagian dari budaya masyarakat? Disini, perubahan pemahaman muncul secara bertahap, adopsi publik mengenai praktik dan gagasan baru diserap secara perlahan ketika masyarakat mencoba dan menguji teori-teori baru tersebut. Jika cukup banyak masyarakat yang mempertimbangkan dan setuju untuk mencoba gagasan baru tersebut dan hasilnya terbukti di dalam praktik, kesadaran dan sikap masyarakat dapat mulai berubah.

Di masyarakat terpencil disini, tanda-tanda konkrit dari perubahan tahap pertama mulai terlihat. Sejak peluncuran kampanye ‘Rumah Aman Gempa’ di wilayah tersebut, mereka yang dapat mulai membangun kembali bangunannya menjadi lebih waspada tentang metode konstruksi dan material yang mereka gunakan, mereka lebih memperhatikan kinerja pekerja konstruksi dan tertarik mengakses informasi yang terkait dengan ‘Rumah Aman Gempa’.


Bapak Jubrizal dari radio SAM FM di Agam menjelaskan, “Beberapa pendengar ,yang tinggal sangat jauh dari studio, datang kemari untuk bertanya dan berdiskusi mengenai konstruksi rumah mereka setelah kami mulai mengudarakan acara ‘Rumah Aman Gempa’. Kami memberikan satu pendengar kami sebuah salinan film ‘Rumah Aman Gempa’ dan beberapa brosur untuk dibawa pulang. Dia baru-baru ini mengatakan bahwa filmnya telah diputar di kedai kopi lokal dan informasinya telah disebarkan dari satu orang ke orang lainnya.”




“Banyak masyarakat yang datang dari berbagai wilayah, Cubadak, Tiku, Lubuk Mangindo dan bahkan dari Pasaman Barat,” kata Bapak Jubrizal.

“Meskipun mereka mengerti bagaimana cara membangun konstruksi beton yang aman dan direkomendasikan untuk wilayah ini, tidak mudah bagi mereka untuk beradaptasi dengan metode yang kurang dikenal karena metode tersebut masih baru untuk mereka. Tidak hanya itu, masyarakat juga mengalami kesulitan keuangan setelah gempa bumi.”

Ia melanjutkan, “Hanya mereka yang mempunyai simpanan cukup yang dapat membangun kembali rumahnya. Biaya untuk membangun rumah menggunakan beton cukup mahal, belum lagi kenaikan harga baja. Upah pekerja konstruksi juga meningkat drastic sejak gempa bumi. Jadi kebanyakan orang hanya menunggu dan tinggal di rumah saudaranya atau di tempat tinggal sementara sembari mereka menunggu distribusi bantuan pemerintah untuk membangun kembali rumah mereka.”



Kami mendorong pendengar kami sebanyak mungkin untuk mempertimbangkan membangun kembali rumah mereka menggunakan konstruksi aman. Kami menjelaskan kepada mereka bahwa ini tidak hanya demi kita tapi demi anak cucu kita, untuk masa depan masyarakat dan budaya kami,” kata Bapak Jubrizal.

“Sebagai Stasiun Radio Komunitas, kami mempunyai tanggung jawab untuk memastikan bahwa masyarakat lokal mempunyai akses yang baik terhadap informasi terkait dan informasi alternatif. Sebagai anggota komunitas lokal, kami memahami apa yang mereka alami, kondisi mereka, dan kebutuhan mereka. Pada titik ini masyarakat kami benar-benar butuh pemulihan, dan untuk melakukannya mereka membutuhkan informasi yang jelas.”


“Jadi pesan utama kami ke masyarakat adalah ‘Bukan gempanya yang perlu ditakuti, tapi seberapa besar perhatian kita terhadap konstruksi bangunan. Rumah kita harus berkualitas baik dan aman. Apa gunanya rumah yang bagus tapi tidak aman gempa?”
Comments