Kontribusi Lokal dalam Kampanye Membangun Lebih Baik



Padang Pariaman merupakan salah satu area yang paling terkena dampak gempa bumi 30 September 2009 dan tanah longsor. Tempat tinggal sangatlah dibutuhkan di wilayah ini karena masyarakat mempunyai beban untuk menolong dirinya dengan tempat tinggal darurat dan kebutuhan makanan.
 Masyarakat di sini berjuang keras untuk menghilangkan trauma mereka dan mereka juga takut akan bangunan yang tidak aman. Mereka yang mempunyai uang membangun bangunan semi permanen atau yang terbuat dari struktur kayu.

Banyak masyarakat lokal yang memberikan kontribusi untuk membantu wilayah mereka dan anggota masyarakat untuk pemulihan. Salah satu contoh kontribusi lokal adalah aksi yang dilakukan oleh pembawa acara stasiun radio lokal di Padang Pariaman, Radio Kiambang FM. Henri Ihsan merupakan salah satu pembawa acara radio di Kiambang FM serta aktivis lokal yang terlibat langsung dalam mendirikan tempat tinggal sementara dan menyediakan bantuan darurat kepada masyarakat yang terkena dampak gempa di beberapa wilayah di Padang Pariaman.


“Kegiatan sosial pribadi saya membuat saya dapat berdiskusi mengenai banyak hal dengan masyarakat di wilayah kami. Ketika mengunjungi masyarakat, melakukan analisa dan kegiatan lain, saya mempunyai banyak kesempatan untuk berbicara dan belajar banyak dari masyarakat. Mereka menceritakan kisah mereka, permasalahan mereka, dan keprihatinan mereka; dari situlah saya belajar apa yang sebenarnya mereka butuhkan dan apa yan bisa dilakukan disana,” jelas Henri.

“Kampanye Rumah Aman Gempa ini sangat penting untuk masyarakat kami. Sebelum kampanye ini diluncurkan, masyarakat selalu menyalahkan gempa bumi untuk setiap masalah yang mereka hadapi; untuk penderitaan dan kehilangan yang terjadi. Namun sekarang mereka mulai mengerti bahwa bangunan itu sendirilah yang menjadi faktor utama penyebab kerusakan dan penderitaan yang terjadi. Saya sendiri belajar banyak mengenai hal ini serta teknis yang benar untuk konstruksi aman gempa dari menonton film ‘Rumah Aman Gempa’ yang diberikan.

Sebagian besar pekerja konstruksi di wilayah kami tidak pernah menerima instruksi atau informasi yang terdapat di material Membangun Lebih Baik sebelum kampanye ini dilakukan. Sebagian besar bangunan yang terkena dampak gempa di Kabupaten Agam merupakan bangunan yang terbuat dari tembok yang sudah tua dan batu kapur. Tidak ada bangunan di wilayah ini yang diperkuat dengan tiang dan besi. Para pekerja konstruksi lokal disini mempelajari keterampilan ‘di tempat’, dengan teknis konstruksi yang disampaikan oleh pembina ke bawahannya. Sayangnya, di sekitar sini, pekerja konstruksi seringkali ingin menyelesaikan pekerjaannya secepat mungkin dengan hanya sedikit memperhatikan kualitas struktur dan ketahanan gedung yang dibangunnya. Sementara itu, pemilik rumah atau bangunan tidak mempunyai pengetahuan untuk mengawasi kualitas pekerjaan yang diselesaikan.”

Henri kemudian bercerita tentang inisiatif pribadinya untuk mensosialisasikan informasi ‘Rumah Aman Gempa’ lebih banyak lagi di wilayahnya. “Kami mempunyai pendengar yang banyak di wilayah kami, dan setelah saya menonton film ‘Rumah Aman Gempa’, saya merasa sangatlah penting bagi kita untuk membantu mereka mengakses informasi penting yang ada di film ini. Saya mulai mencari cara untuk mengadaptasi film tersebut agar stasiun radio kita dapat menyiarkannya.”


“Saya mengubah film itu agar dapat disiarkan sebagai bagian dari program radio, termasuk membagi audio menjadi empat bagian, yang memudahkan masyarakat untuk mengakses informasi teknis penting dalam format radio yang mudah. Program mencakup pesan-pesan untuk menginspirasikan dan mendorong para pendengar lokal agar mereka lebih percaya diri bahwa mereka dapat membangun bangunan aman gempa.”

Ketika ditanya darimana datangnya motivasi untuk melakukan hal ini, Henri Ihsan menjawab: “Ini inisiatif pribadi saya, saya hanya merasa informasi ini akan sangat berguna untuk pendengar kami, jadi saya melakukannya.”


 
Comments