Pemutaran Film Komunitas untuk Meraih Kaum Wanita dan Anak Muda


Sebagai bagian dari program ‘Membangun Lebih Baik’, Yayasan IDEP dan The Australia-Indonesia Facility for Disaster Reduction (AIFDR) mengorganisir beberapa seri pemutaran film komunitas di beberapa wilayah, yang mempunyai akses terbatas ke siaran televisi. Jorong Sulayan merupakan salah satu wilayah yang dipilih untuk pemutaran film.


Tokoh masyarakat lokal, Tarmizi, menjelaskan betapa pentingnya informasi tersebut: “Tidak semua di wilayah ini telah mempunyai akses pengetahuan mengenai rumah aman gempa untuk wilayah kami. Potongan-potongan informasi telah datang dari berbagai sumber, namun tidak terlalu komprehensif atau tersebar luas.”

“Hanya mereka yang sangat termotivasi atau yang kebetulan “berada di tempat dan waktu yang tepat”, terutama anggota masyarakat yang lebih mampu yang memperoleh informasi lebih mendalam, biasanya dari NGO atau pekerja pemberi bantuan.”


“Meskipun pemutaran film komunitas dapat secara efektif menyebarkan informasi di wilayah ini, belakangan ini tidak terlalu sering diadakan. Beberapa tahun yang lalu, para politisi dan perusahaan komoditas pertanian menggunakan pemutaran film komunitas seperti ini sebagai cara untuk mempromosikan isu-isu politik mereka dan produk. Namun sejak adanya televisi, hal ini tidak ada lagi.”

“Komunitas kami sangat menghargai pemutaran film disini. Meskipun saat itu hujan dan acara diadakan di luar, para penonton tetap tinggal dan menonton film hingga selesai. Semuanya sangat tertarik dengan informasi yang tersedia di dalam film. Mereka dengan antusias membawa brosur dan kalendar kampanye ke rumah untuk dibagikan ke keluarga dan tetangga mereka.”



Bapak Amat, pekerja konstruksi lokal berumur 68 tahun, dengan kerutan di wajahnya, menceritakan pengalamannya, “Kamu tahu, yang lebih memberikan banyak tanggapan dan pertanyaan mengenai film tersebut adalah para wanita dan anak muda, bukan para pria. Mungkin mereka lebih pintar dari kami! Atau mungkin karena kami (pria di masyarakat) lebih tua dan lebih santai, dan kami juga sibuk bekerja dan menghasilkan uang untuk keluarga kami. Saya rasa wanita dan anak muda lebih terbuka terhadap gagasan-gagasan baru disini, tambah Bapak Amat, jadi mereka akan memainkan peran besar dalam membantu kami mempelajari hal-hal baru ini.”


Tarmizi, tokoh kunci di masyarakatnya, mempunyai harapan tinggi terhadap pengaruh program ‘Membangun Lebih Baik’ di wilayahnya. “Informasi ini sangat berguna ketika orang membangun kembali rumah mereka. Meskipun saat ini mereka memilih untuk membangun bangunan semi permanen atau dari kayu. Saya percaya mereka yang mempunyai uang cukup dan mengerti cara membuatnya, mungkin akan memilih untuk menggunakan konstruksi bangunan beton yang diperkuat dan menggunakan prinsip konstruksi aman gempa ke depannya. Sayangnya, untuk kebanyakan orang, yang menjadi penghambat adalah harganya yang lebih mahal.”

“Sampai sekarang, masalah utamanya adalah kurangnya informasi, namun informasi ‘Rumah Aman Gempa’ yang kita terima sangat membawa perubahan. Pesan utama kampanyenya telah diterima di masyarakat kami “Bukan Gempanya Tapi Bangunannya”, ya ‘kan?”


Comments