Dialog Interaktif - Gempa 30 September yang Merusak Banyak Bangunan


Talk Show di RRI : 1 April 2010

Pewawancara : 
1. Yudi Yudistira

Narasumber :
1. Fauzan (Pakar Konstruksi)
2. Abdul Hakam (Ahli Geoteknik)

Yudi : 
Apa benar analisa mengenai Padang dekat dengan jalur gempa?

Abdul Hakam : 
Padang bukan hanya dekat dengan jalur gempa, malahan pusat gempa tersebut berada di bawah Kota Padang. Pusat tersebut berupa lempengan. Lempengan tersebut bisa menyebabkan tanah rengkah. Dengan kondisi tanah di Padang yang relatif muda pada sedimennya, membuat kondisi tanah ketika menerima goyangan gempa apalagi bangunan diatas menerima beban yang besar sehingga menyebabkan rumah rubuh.

Yudi : 
Bagaimana idelanya konstruksi rumah aman gempa ketika terjadi gempa?

Fauzan : 
Idealnya sudah ada. Definisi rumah aman gempa maksudnya adalah ketika terjadi gempa rumah tidak rubuh, kerusakan yang terjadi tidak pada elemen strukturnya seperti, tiang dan balok.

Rumah aman gempa standarnya adalah rumah tersebut punya ikatan pada elemennya mulai dari pondasi sampai ke atap. Sehingga ketika trejadi gempa, mereka bergoyang jadi satu kesatuan. Misalnya seperti meja. Standar paling penting tersebut minimal ada tulangan dan pembesian untuk tiang dan balok. Sehingga ketika gempa terjadi besi-besi inilah yang menahan. Kerusakan yang timbul selama ini adalah tidak nyambung antara kolom dan balok.

Masyarakat bisa mempelajarinya di klinik konstruksi. Manualnya ada di klinik konstruksi. Masyarakat bisa memberikan kepada tukang dengan membangun sesuai dengan buku manual tersebut.

Yudi : 
Apa penyebab banyaknya rumah terbelah disebabkan oleh jalur gempa?

Hakam : 
Karena kondisi tanah di Padang relatif muda dan lunak. Begitu juga tanahnya datar dan sungai landai. Menurut sejarahnya, terjadi endapan pada sungai sehingga membentuk dataran yang di Padang sekarang. Endapan tersebut besifat tidak keras dan airnya juga dangkal. Kondisi seperti ini kalau digoyang seperti cairan, contoh ketika ke pantai dengan menginjak pasir yang basah secar berulang-ulang, maka akan keluar air dari pasi tersebut. Kondisi ini dinamakan likuivasi yaitu tanah yang berubah seolah-olah cair. Kondisi ini yang membuat rumah diatasnya karena air mengalami turun dan lantai tidak kuat menahan karena tekanan bangunan sebelah kiri dan kana maka akan menyebabkan lantai pecah. Tetapi kalau lebih tinggi 2 atau 3 meter dengan sebelah lebih rendah akan terjadi rengkahan. Inilah yang disebut masyarakat jalur gempa. Keadaan geologi yang diakibatkan kondisi Kota Padang.

Sementara lumpur berada di tanah pasir yang lunak mengakibatkan perubahan menjadi cairan. Tanah yang di dalam pemukaan tanah tertekan tanahnya sehingga cairan tersebut muncrat, maka timbulah lumpur. Fenomena ini terjadi di beberapa tempat di dunia dengan kondisi topografi seperti Kota Padang.

Yudi : 
Konstruksi apa yang cocok dengan kondisi tanah Kota Padang ?

Fauzan : 
Struktur beton bertulang. Kalau yang lebih bagus adalah baja. Kalau tanah tidak stabil dilakukan penyelidikan tanah. Dari hasil tersebut ditentukan pondasi rumah. Sebaiknya tanah untuk pondasi adalah tanah keras.

Yudi : 
Apa kebiasaan seperti ini sudah dijalankan oleh masyarakat Kota Padang?

Fauzan : 
Jadi, banyak pembangunan yang dilakukan dalam tahap rehab rekon ini, sebelum dilakukan pembangunan seperti fasilitas umum yang diawasi oleh Klinik Konstruksi kita mensyaratkan, sebelum dilakukan pembangunan harus dilakukan penyelidikan tanah. Kemudian penghitungan pondasi, setelah itu penghitungan struktur. Setelah itu baru bisa keluarkan gambar temasuk gambar yang detail. Habis itu, baru dilakukan pengerjaan. Kalau itu tidak dilakukan akan menimbulkan resiko. Misal, pembangunan sekolah dasar oleh TV swasta di kota Padang. Tanahnya tidak di cek. Setelah dilakukan penggalian pondasi ternyata tanahnya tidak bagus, sehingga terpaksa pondasi di bongkar lagi.

Tanah sangat penting untuk pondasi rumah. Kalau klinik konstruksi disuruh melakukan pengawasan pembangunan gedung atau rumah, kami mensyaratkan pengecekan tanah tersebut.

Yudi : 
Bagaimana dengan pembangunan bangunan berkaitan dengan kondisi tanah di pantai?

Hakam : 
Pantai tanahnya lebih banyak bersedimentasi akibat material-material sungai yang terbawa ke laut. Untuk itu, rekayasa sangat diperlukan untuk membuat bangunan. Misalnya, kalau bangunan berat dan tinggi berarti kita harus membuat pondasi di tanah yang keras.

Yudi : 
Mengapa Jakarta dengan tanahnya yang labil dan bisa membangun gedung bertingkat 10 ?

Hakam : 
Jakarta materialnya lempung. Dia tidak mempunyai peristiwa likuivasi. Jakarta juga jauh dari pusat gempa dibandingkan Padang. Jadi, resiko kena dampa gempa untuk Jakarta lebih kecil.

Yudi : 
Apa Padang punya peluang untuk membangun gedung pencakar langit?

Fauzan : 
Sebenarnya tidak masalah asal dilakukan analisis atau penghitungan yang tepat untuk strutur yang akan dibuat. Perbedaan Jakarta dan Padang adalah Jakarta bukan di jalur gempa, kalau di Sumbar dia ada jalur gempa yang memanjang. Untuk kota Padang, seperti bangunan 9 lantai bangunan Bumi Minang dan Suka Fajar itu tidak rubuh tapi rusak. Setelah diteliti itu akibat dari kesalahan konstruksi dan juga kesalahan desain. Jadi, pembangunan di atas lima lantai perlu penghitungan struktur dan sesuai dengan standar bangunan tahan gempa.

Yudi : 
Apakah ke depannya ada lagi prediksi gempa yang berkekuatan besar ?

Hakam : 
Sebenarnya prediksi tidak selalu benar. Misalnya, gempa 30 Sepetember kemaren bukan hasil dari prediksi. Yang diprediksi sekarang adalah justru dibawah Mentawai dengan skala 8,5 SR. Yang ditakutkan bukan gempanya, tapi tsunaminya karena dekat dengan Padang. Jika dengan gempa berkekuatan 8,5 SR itu terjadi, dengan bangunan di Padang sama seperti dulu, maka korban akan banyak berjatuhan. Secara ilmu diragukan gempa yang terjadi kemaren adalah gempa yang datang sekali 200 tahunan. Secara geologis sebenarnya pengukurannya belum datang karena lokasi yang berbeda. Sebenarnya lokasi yang diramal 200 tahunan itu ada di Mentawai.

Yudi : 
Apakah berdasarkan gempa 30 September ini, kita sudah bisa membangun rumah aman gempa?

Fauzan : 
Seharusnya memang seperti itu. Kita harus mempersiapkan diri karena kita berada di jalur gempa. Manusia hanya berusaha dengan cara memperkuat rumah karena yang membunuh itu bukan gempanya tapi bangunannya. Jadi, masyarakat jangan takut prediksi gempa karena belum ada alat yang bisa mendeteksi gempa secara persis. Jadi, mereka hanya bisa memprediksi, misalnya 200 tahunan bisa jadi 250 tahun.

Jafar (Penelpon dari Padang) : 
Bagaimana analisa tanah gambut untuk bangunan?

Hakam : 
Kalau tanah gambut jangan bangunan berat, tapi bangunlah rumah semi permanen misalnya, rumah kayu.

Fauzan : 
Kalau tanah gambut pakailah konstruksi ringan. Jadi, rumah itu tidak harus pakai tulangan. Rumah kombinasi kayu dan setengahnya bata sangat bagus yang dinamakan rumah semi permanen. Kalau rumah kayu hanya bergoyang ketika terjadi gempa. Sementara itu, kalau rumah beton ketika dihantam goncangan maka akan retak dan bisa rapuh.

Putra Sago (Penelpon dari Belimbing, Padang) :
Pondasi apa yang dipakai untuk tanah gambut ?

Hakam : 
Pondasi sumuran untuk tanah gambut adalah bagus karena bisa menahan air sampai pada tanah keras. Kalau ide untuk tidak menyatukan antara pondasi dengan balok diatasnya. Ini adalah ide best isolation. Seperti pemberian karet dibawah jembatan. Jadi dari segi ide benar. Namun, dari segi pelaksanaan harusnya ada meterial yang diberi antara pondasi dengan baloknya, bisa jadi karet atau karet campur besi. Sehinggga kalau bergoyang, maka goyangannya tidak langsung ke atas.

Mana bagus antara pondasi cakar ayam dengan sumuran. Ini tergantung rumahnya. Kalau rumah semi permanen tidak perlu sumuran.

Penanya (dari Mentawai) : 
Bagaimana mengetahui kejadian gempa dan pusatnya?

Hakam : 
Kalau sudah terjadi gempa mudah menentukannya. Kita punya stasiun-stasiun pencatatan gempa. Minimal ada tiga titik. Titiknya dibuat di Padang Panjang, Bengkulu, dan Jambi. Dari titik tersebut dibuat lingkaran. Dari lingkaran terjadi titik potong titik potong itulah pusat gempa. Nantilah dilihat permukaan dan disana bisa dilihat kedalamannya. Yang perlu diketahui Masyarakat Mentawai, ada pusat gempa dibawahnya yakni pertemuan lempeng antara lempeng Australia dan Asia. Mentawai ada karena lempeng Asia diangkat oleh lempeng Australia.

Yudi : 
Bagaimana menggunakan total kayu semua untuk rumah?

Fauzan : 
Total kayu semua bisa dan bagus. Tapi harus juga dibuat pondasi yang cocok untuk kayu tersebut. Kayu ada standarnya. Kunci untuk rumah kayu adalah detail sambungan. Sambunagan antara kayu tulang dengan kayu balok dan kayu kuda-kuda. Kita juga harus memberi penyokong pada sambungan tulang dengan balok. Sistem sambungan harus mengikuti sambungan aman gempa. Jika menggunakan paku dan kayu harus sesuai dengan standar. Tetap paradigma masyarakat, rumah kayu dari segi bentuk dianggap kurang sehingga dikasih cat. Padahal dari segi konstruktur rumah kayu sangat kuat. Di Luar negeri seperti Jepang rumah kayu banyak yang dua lantai dan dikasih finishingnya gypsum. Untuk sosialisasinya kita ada poster-poster dan buku.

Respon masyarakat sangat bagus, tetapi mereka masih menunggu pencairan bantuan.

Safri Tanjung (Penelpon dari Gunung Pangilun, Padang) : 
Apakah kawat kandang ayam masih bisa dipakai untuk material rumah?

Fauzan : 
Yang dimaksud kandang ayam adalah dindingnya. Secara ilmu konstruksi ini kuat karena kawat ayam inilah yang akan menjadi pemaku dinding tersebut. Ketika ditarik dan ditekan dia akan bergoyang karena elastis. Untuk perkuatan, misalnya suatu bangunan lemah, maka yang digunakan adalah kawat ayam. Caranya, ditempelkan pada dindind dan diplester kembali. Konstruksi kaweat ayam bisa dipakai terus. Tapi biasanya memang mahal dari bata. Jadi, kalau ada bangunan yang amsih memakai kawat ayam walaupun tiangnya kayu, jangan dibongkar karena sudah terbukti aman.

Hakam : 
Klinik Konstruksi di Raden Saleh juga memakai kawat ayam dan terbukti aman.

Fauzan : 
Kalau ada masyarakat yang dindingnya bata, maka juga bisa ditambah kawat ayam kemudian diplester dan dicat. Ini telah terbukti lebih aman. Pemasangannya harus pakai angkur.

Yudi : 
Apakah ilmu yang bisa memprediksi gempa terjadi?

Hakam : 
Prediksi 200-an tahun tersebut saat ini kita sedang menunggu kapan terjadinya. Titik terjadinya tidak bisa kita pastikan.

Buk Na (Penelpon dari Pariaman) : 
Bagaimana konstruksi dari bambu?

Fauzan : 
Bambu itu lebih kuat dari kayu. Orang dulu banyak pakai bambu ini. Setelah disurvey, dinding dari bambu tidak rusak ketika gempa terjadi karena dia ringan dan bisa menahan daya tarik da tekan dari gempa tersebut. Bambu juga punya karakteristik khusus untuk sifat kayunya. Dia tahan terkena panas dan hujan. Meskipun bambu punya sifat lapuk tapi tidak secepat kayu.

Yudi : 
Himbauan untuk masyarakat ?

Hakam : 
Masyarakat kota Pdang jangan terlalu cemas dan jangan meninggalkan rumah. Membangun rumah hendaknya sesuaikan dengan keadaan geologis. Membangun rumah sesuai dengan kondisi yang ada. Misalnya, kalau ingin membangun yang yang berat pondasinya harus kuat. Contohlah nenek moyang kita dalam membangun rumah. Kalau ingin merubah dengan kondisi yang ada, masyarakat hendaknya juga mengubah teknisnya.

Fauzan : 
Pertama, jangan takut gempa, perkuat saja rumah kita. kalau memang rusak rumah kena gempa kemaren kita perbaiki. Kedua, kalau masih belum cukup pengetahuan tentang rumaha aman gempa, bisa konsultasi pada Klinik Konstruksi. Ketiga, untuk bangunan-bangunan yang rusak jangan dibongkar karena sebagian besar masih bisa diperbaiki karena bisa menghemat tenaga, waktu dan biaya.

Kalau masyarakat ingin konsultasi di Klinik Konstruksi Jl. Raden Saleh No.21. Masyarakat bisa kapan saja konsultasi selagi masih dalam waktu kerja. Disana masyarakat akan dilayani oleh insinyur-insinyur yang telah dilatih dan akan diberikan buku-buku manual dan poster-poster yang mendukung rumah aman gempa tersebut secara gratis.
Comments