Dialog Interaktif - Perbaikan dan Perkuatan Bangunan Rusak akibat Gempa


Talk Show RRI Padang : 21 Mei 2010

Pewawancara :
1. Yudi Yudistira

Narasumber : 
1. Teddi Boen (Ahli Konstruksi)
2. Nasral (Pimpinan Pelaksana Rehab Rehab Bidang Prasarana Jalan dan Traskim Sumbar)

Yudi : 
Bagaimana klasifikasi bangunan karena gempa?

Teddi : 
Klasifikasinya memang agak sulit karena itu kita klasifikasikan jadi rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat. Rusak ringan antara lain, tembok retak-retak, plesteran terkelupas, dan plafon sebagian jatuh. Rusak sedang misalnya, retak tembok kelihatan 2 cm, sebagian tembok rubuh, ada kolom yang rusak. Sedangkan rusak berat, misalnya, salah satu tembok rubuh dan atap jatuh, dan juga rubuh semua. Kalau kategori ini dipegang, maka kita mudah memilah kerusakannya.

Yudi : 
Apakah perlu dirubuhkan semua rumah yang mengalami rusak tersebut?

Teddi : 
Kalau rumah rusak sedang dan ringan, 90% bisa diperbaiki. Kalau rusak berat pun kalau belum rata dengan tanah, juga bisa diperbaiki. Andaikata jatuh ke tanah, materialnya bisa di pakai kembali. Jadi jangan dibouldozer dan dibuang semua.

Yudi : 
Apakah bangunan bertingkat kena dampak gempa tersebut harus dirubuhkan atau dihancurkan baru dibangun kembali?

Teddi : 
Misalnya, Hotel Ambacang, memang sudah rubuh total dan itu harus dibangun baru. Tetapi ada beberapa gedung yang bisa diperbaiki seperti, dealer Mitsubishi di jalan Khatib Sulaiman.

Yudi : 
Kepada Pak Nasral, bagaimana analisa pemerintah soal bangunan yang rusak akibat gempa kemaren?

Nasral : 
Kami dari pemerintah daerah pasca gempa sudah melakukan pendataan bangunan yang rusak akibat gempa. Hasilnya, bangunan-bangunan yang rusak di Sumbar terutama rumah-rumah masyarakat yang konstruksi tidak sesuai dengan kaidah rumah aman gempa. Makanya, kami bekerjasama dengan BNPB Pusat sudah menganggarkan untuk perbaikan bangunan yang rusak serta infrastruktur lainnya. Bidang perumahan Tahap I ini dianggarkan untuk 7.436 rumah. Tahap I ini dilakukan secara stimulan oleh kelompok-kelompok masyarakat oleh tim fasilitator dan tim pendamping yang telah di SK oleh Bupati atau Walikotanya. Dikerjakan secara gotong royong. Sedangkan infrastrukturnya dalam tahap lelang. Sebagian sudah ada yang mulai.

Lili (Penelpon dari Kalumbuk, Kota Padang) : 
Kapankah korban di Kalumbuk bisa mendapat bantuan gempa?

Nasral : 
Untuk tahap I, pemerintah telah mengucurkan dana sebesar 315 miliar untuk 7.436 rumah beserta infrastruktur lainnya. Mudah-mudahan untuk Buk Lili, dalam bulan Mei ini bisa kami bantu. Tetapi perlu diketahui bantuan ini sifatnya stimulan. Jadi dikasih dana produknya hendaknya bangunan.

Yudi : 
Pak Teddi, apa bisa dilakukan perkuatan pada bangunan rusak berat atau rusak sedang?

Teddi : 
Perkuatan atau retrofit ada tiga, yakni, pertama, perbaikan misalnya, engsel pintu lepas. Itu adalah perbaikan yang bersifat kosmetik. Kedua, restorasi misalnya, dinding rubuh. Restorasi berarti pemulihan kembali dinding yang telah rubuh. Dinding tersebut dibangun kembali sesuai dengan kaidah rumah aman gempa. Ketiga, perkuatan, ada dua yaitu, bangunan yang rusak berat setelah dianalisa ternyata harus harus diperkuat dan bangunan yang berdiri tetapi tidak roboh. Kita harus teliti, kalau terjadi gempa selanjutnya tidak roboh. Saya juga mengusulkan kepada pemerintah yaitu mitigasi untuk jangka panjang. Mitigasinya adalah perkuatan rumah rakyat. Ini merupakan suatu tanam modal untuk menghindari korban berjatuhan dari bencana gempa. Ini juga telah dilakukan di Iran dan di Turki.

Yudi : 
Apakah ada perbedaan perkuatan rumah pemukiman dengan gedung bertingkat?

Teddi : 
Ada. Kalau dari segi keamanan keduanya sama penting. Kalau rumah tinggal yang dipentingkan jangan ada korban jiwa. Sementara itu kalau gedung bertingkat, yang dipentingkan itu adalah korban jiwa dan jangan elemen struktur terjatuh dan terguling yang mengakibatkan kerusakan. Misalnya, Rumah sakit yang 80% nilai rumah sakit ada pada peralatannya, AC-nya, listriknya, dan lain. dan kerugian yang ditimbulkan akan mengakibatkan kerugian yang besar.

Azwar Abbas (Penelpon dari Padang) : 
Apakah ada perbedaan antara rakyat miskin dengan orang berduit dalam pendistribusian bantuan? Kenapa terjadi diskriminasi dalam pemberian bantuan?

Nasral :
Sebetulnya bantuan dimata pemerintah sama semua. Kalau kondisinya rusak berat untuk kaya dan miskin bantuan itu sama. Dalam pelaksanaan rehab/ rekon dilaksanakan secara bertahap. Tahap I dinamakan pilot project. Mudah-mudahan tempat Bapak sudah bisa dibantu begitu juga daerah lain di Kota Padang. Terhitung semuanya yang rusak berat di Sumatera Barat adalah 181 ribu lebih. Semuanya akan dibantu secara bertahap karena untuk sekaligus tidak mampu oleh pemrintah. Mudah-mudahan dalam 2 tahun ini tuntas semuanya.

Yudi : 
Apa yang harus dilakukan oleh masyarakat biasa kalau mau memperkuat bangunan mereka?

Teddi : 
Perkuatan bangunan tersebut butuh tahap-tahap yaitu butuh kajian dan perhitungan kerena itu sebaiknya minta bantuan kepada Klinik Konstruksi Unand. Kecuali kalau rusak ringan, kalau rusak ringan diplester saja. Misalnya, kalau lantai retak bisa diperkuat dengan menempel dengan cara tegel dibuka lalu dipasang kembali.

Lalu, penggunaan kuda-kuda biasanya pakai kayu, tetapi bisa menggunduli hutan. Makanya, beralih pada baja. Baja profil ringan itu bagusnya dilapisi seng agar tidak berkarat. Namun baja profil ringan ini kekakuannya kurang. Dan Indonesia tidak punya peraturan menyangkut baja ini, sehingga produk-produk asing membanjiri pasar Indonesia tanpa kontrol dari pemerintah. Untuk gempa bumi pemakainnya harus disesuaikan sedikit. Misalnya, sambungan yang pakai skrup. Kalau terlau sering skrup akan copot ketika dihamtam gempa. Asal profil adalah Australia, misalnya Sakura.

Bulan (Penelpon dari Lubuk Buaya, Padang) : 
Apa yang harus dipasang kalau rumah tidak rusak kena gempa kemaren?

Teddi : 
Pemerintah bisa melakukan dua program yakni memperbaiki dan memperkuat rumah yang rusak akibat gempa dan ada program jangka panjang yaitu mengkaji rumah yang belum rusak, kalau perlu diperkuat. Misalnya, memperkuat rumah biasa dengan kawat ayam yang bisa menambah kekuatan dinding.

Kalau program ini jalan, pemerintah akan membantu untuk mengkajinya. Dinas PU juga telah menyebar fasilitator ke seluruh daerah untuk bisa membantu rakyat dalam bangunan ini. 

Yudi : 
Apa ada regulasi dari pemerintah mengenai jangka menengah dan jangka panjang tersebut?

Nasral : 
Pemerintah untuk saat ini baru bisa melaksanakan pemulihan. Mungkin dalam programnya dimasukkan dalam program jangka panjang. 

Inyiak Pasisia (Penelpon dari Padang) : 
Tolong jelaskan klasifikasi rumah rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat? Kapan bantuan bisa turun?

Teddi : 
Kalau satu dinding yang rubuh dan masih tinggal tujuh bulan disana masuk dalam klasifikasi rusak ringan. Perbaikannya mudah yakni di pasang kembali dinding dan ditambah kolom paku sesuai dengan kaidah tahan gempa. Jadi, kalau kita masih bisa tinggal anggap saja ringan.

Nasral : 
Kami sudah menyalurkan melalui Pokmas. Misalnya, di Kelurahan Mata Air. Jadi, kalau belum terbentuk Pokmas belum bisa disalurkan dan mungkin juga belum masuk prioritas untuk tahap I.

Mak Ciak (Penelpon dari Padang) : 
Apakah rumah kayu peninggalan Belanda yang mengalami condong ke Barat beberapa derajat masuk kategori rusak berat?

Teddi : 
Rumah kayu dari zaman Belanda itu sangat bagus. Rumah kayu yang dibangun beberapa puluh tahun dulu sangat tahan gempa dan sangat bagus. Terjadinya kemiringan karena tidak dirawat dengan baik, dimakan usia dan kemungkinan dimakan ngengat dan rayap karena itu sambungannya rusak. Makanya, ketika digetar langsung rusak sambungannya sehingga miring. Tapi itu bisa diperbaiki. Kesulitannya adalah kalau banyak yang sudah lapuk karena rumah zaman Belanda tersebut disambung dengan pasak dan pen yang sambung menyambung. Pada dasarnya rumah kayu tersebut tahan gempa apalagi rumah kayu zaman Belanda. Beda dengan rumah kayu sekarang dimana tidak pakai pasak dan pen dan jenis kayunya juga kayu kelas 4. Jadi, alangkah bagusnya dipertahankan karena susah mencari kayunya pada zaman sekarang. 

Cara perkuatannya adalah mungkin saja sambungan yang lapuk di potong dan diganti dengan kayu yang sama bagusnya. Dan kalau sulit dirangkai kembali dikasih plat besi dan dibaut. Inilah salah satu cara untuk merangkai sambungannya kembali. Selain itu, juga bisa ditambah lem kayu seperti diagonal di dalam kolom dan balok.

Bulan (Penelpon dari Padang) : 
Bagaimana bantuan untuk rumah ibadah?

Nasral : 
Untuk tahap rehab/rekon kali ini rumah ibadah belum ditangani karena prioritas utama adalah rumah hunian.

Eni (Penelpon dari Padang) : 
Kapan bantuan gempa cair?

Nasral : 
Karena telah membentuk kelompok-kelompok dan telah mengurus segala administrasi, maka dalam waktu dekat ini mudah-mudahan bantuan untuk masyarakat di jalan Veteran, Padang bisa terealisasi.

Yudi :
Apa benar bangunan yang telah diretrofit menambah perkuatan bangunan ? 

Teddi : 
Retrofit ada dua yaitu perbaikan, restorasi dan perkuatan. kalau kita melakukan perkuatan hendaknya bangunan tersebut dianalisa ulang dan hitung ulang. Peraturan gempa Indonesia yang terbaru mengatakan kekuatan derajat gempa Sumatera Barat bertambah 2 kali kuatnya. Sebaiknya bangunan yang ada  itu diperiksa ulang dengan kekuatan yang baru. Dalam hal itu, kita perlu memperkuat, kalau dianalisa ulang tidak mampu menahan gempa yang berkekuatan 2 kali tersebut. Diperkuat tersebut supaya bisa menahan sesuai dengan peraturan gempa yang terbaru.

Yuni (Penelpon dari Indarung, Padang) : 
Bagaimana cara pemakaian kawat ayam untuk dinding?

Teddi : 
Pemakaiannya adalah sebelum diplester, kedua sisinya dilapisi oleh kawat anyaman. Kawat anyaman sebelah kiri dan kanan atau sebelah luar dan dalam dikaitkan dengan kawat di beberapa tempat. Lalu, dilapisi ulang. Itulah lapisan baru yang bisa memperkuat dinding batako Ibu. Pondasi bergantung pada tanahnya. Tanah di Padang yang keras, cukup pondasinya kedalaman 70 cm. Tapi kalau tanahnya lunak kurang cukup. Tapi kalau 5 meter, dihuni selama satu tahun dan tidak ada retak pada gempa kemaren, berarti itu cukup pondasinya. Tulangan yang sebesar jari kelingking cukup. 

Yudi : 
Apa himbauan kepada masyarakat ?

Teddi : 
Bagi masyarakat yang mempunyai uang sedikit sebaiknya bangunan tersebut dikaji ulang dan diperkuat. Jadi, jangan kita terlalu bergantung pada pemerintah karena gempa tersebut pun bukan kehendak pemerintah tetapi karena Tuhan. Pemerintah tersebut sebenarnya sudah berusaha melindungi rakyatnya, misalnya penerbitan peraturan bangunan aman gempa. Jadi, itu adalah keadaan yang diberikan, makanya kita harus berusaha hidup sebaik-baiknya berdampingan hidup secara damai dengan gempa. Dan hendaknya membuat bangunan yang aman dari gempa karena keselamatan jiwa sangat penting.

Nasral : 
Pemerintah Provinsi Sumbar menghimbau kepada korban mohon bersabar perbaikan pada tahap rehab/rekon ini karena memerlukan proses. Mudah-mudahan dalam waktu dekat masyarakat yang menjadi korban bisa menerima bantuan untuk merehab/rekon rumahnya.
Comments