Dialog: Pengalaman gempa di Aceh, Yogya, Jawa Barat dan Sumatera Barat


Topik: Pengalaman Gempa di Aceh, Yogya, Jawa Barat, dan Sumatera Barat, Tanggal: 7 Juni 2010
1. Akibat (kerusakan) gempa di 3 wilayah 
2. Sikap dan perilaku warga Sumatera Barat saat terjadi gempa 
3. Bagaimana menyelamatkan diri dan keluarga dalam situasi gempa

Narasumber:
1. Ir. Zukri Saad (Aktivis Lingkungan/ Aktivis Penanganan Bencana)
2. Ir. Ade Edward (Ketua IAGI Sumbar/Manajer Pusdalops Penanggulangan Bencana Sumbar)

Belajar dari pengalaman dan penanganan gempa di Aceh, Yogya, dan Jawa Barat, menurut Zukri, yang paling menarik adalah penanganan gempa Yogya. Setiap minggu, ratusan tukang dikirim ke Bantul dan Sleman dengan bayaran ala kadarnya untuk membantu pembangunan rumah. Gotong royong, menurutnya, harus dipupuk dan seharusnya melembaga di setiap daerah rawan bencana, termasuk Sumatera Barat. Menurutnya, belajar dari berbagai pengalaman gempa tersebut, kita memerlukan penataan ruang kota dan kabupaten yang terencana pada daerah rawan bencana, khususnya gempa. Izin mendirikan bangunan (IMB) tidak boleh diterbitkan pada zona amplifikasi karena tidak layak huni. Ade Edward menerangkan, dengan kerawanan gempa di sebagian wilayah Indonesia tersebut, mau tidak mau harus membuat masyarakat lebih akrab dengan gempa. Masyarakat harus membiasakan diri hidup di daerah rawan gempa. Masyarakat tidak perlu memikirkan tentang gempa. Yang perlu dilakukan adalah memperkuat bangunan dengan bangunan yang aman gempa dan menambah pengetahuan bagaimana menyelamatkan diri dari bencana.

Dialog Interaktif Televisi No Bagian 1/3

Dialog Interaktif Televisi No Bagian 2/3

Dialog Interaktif Televisi No 8 Bagian 3/3