Kampanye Rumah Aman Gempa di Kantor Wali Nagari

Spanduk di Depan, Contoh Bangunan di Belakang

 Spanduk Rumah Aman Gempa itu masih terpampang di sisi kanan depan kantor Wali Nagari Toboh Gadang, Kecamatan Sintuk Toboh Gadang, Kabupaten Padang Pariaman. Posisi kantor yang terletak di jalan raya yang menghubungkan Padang dengan Pariaman dan wilayah pesisir Sumatra Barat bagian utara membuat semua orang yang melewati kantor tersebut dapat melihat spanduk itu, terutama warga Toboh Gadang yang berurusan ke kantor wali nagari.

Bila di bagian depan terpampang spanduk, di bagian belakang kantor wali nagari terdapat sebuah bangunan setengah jadi sebagai contoh bagi masyarakat yang ingin tahu mengenai bagaimana membangun rumah aman gempa. Bangunan tersebut rencananya akan dibangun sebagai mushala.

Bangunan ini sudah dibangun dengan prinsip-prinsip rumah aman gempa. Misalnya, menggunakan besi ukuran standar dan campuran semen yang tepat, serta saling terikat satu sama lain.

“Sebagian bangunan masyarakat kita rusak dan roboh akibat gempa 30 September 2009. Ini membuka mata masyarakat mengenai betapa pentingnya bangunan yang kuat karena kita berada di wilayah rawan gempa,” ucap Wali Nagari Toboh Gadang Yasman.

Menurutnya, sebagian masyarakat yang rumahnya menjadi korban keganasan gempa sudah mulai membangun. Sebagian yang lain masih menunggu pencairan bantuan dari pemerintah. “Namun, kesadaran atas bangunan yang aman sudah mulai tercipta.”

Hal tersebut terbukti, sejumlah masyarakat yang sudah membangun mulai menerapkan prinsip-prinsip rumah aman gempa. “Tanpa disuruh, sudah ada keingintahuan masyarakat tentang rumah aman gempa,” tambah Sekretaris Nagari Toboh Gadang Zamzami.

 Menurutnya, semua ini tidak terlepas dari kampanye Rumah Aman Gempa yang dilakukan Yayasan Idep didukung oleh AIFDR, BNPB, PemProv Sumatra Barat, dan Universitas Andalas. Bahan-bahan kampanye berupa Video CD Rumah Aman Gempa, buku-buku, dan spanduk yang didistribusikan oleh kantor Wali Nagari ke 20 Korong (Dusun) yang terdapat di Nagari tersebut.

Korong-korong tersebut adalah Korong Toboh Baru, Toboh Rb Kaduduk, Toboh Tangah Padang Toboh Sawah Mansi, Toboh Surau Kandang, Toboh Luar Parit, Toboh Olo, Toboh Apa, Toboh Kandang Gadang, Toboh Kampung Tengah, Toboh Parupuk, Toboh Pulau Pisang, Toboh Padang Kapas, Toboh Durian, Toboh Koto Panjang, Toboh Tangah, Toboh Rawang, Toboh Sikaladi, Toboh Cubadak dan Toboh Mesjid.

“Karena banyak rumah yang rusak dan keterbatasan bahan kampanye, kami tidak dapat membagi semua bahan ke setiap warga yang rumahnya rusak. Sehingga, kami hanya membagi ke setiap kantor Wali Korong. Di sana, ditempel spanduk dan disediakan buku-buku dan bahan bagi masyarakat yang ingin tahu tentang rumah aman gempa,” jelas Zamzami.

Menurut Zamzami, kesadaran tentang pentingnya bangunan yang aman tumbuh karena masyarakat sudah merasakan sendiri akibat gempa besar pada 30 September 2009. Kampanye rumah aman gempa menjadi solusi bagi masyarakat yang butuh pengetahuan tersebut. Adanya contoh bangunan aman gempa juga dapat menjadi pemicu kesadaran tersebut. Meski memang masih ada kendala, karena biaya pembangunan bangunan yang aman lebih mahal ketimbang bangunan yang selama ini mereka tempati. (***)

Comments