RAG dalam berita‎ > ‎

Kampanye Bangunan Aman Gempa Dikampanyekan di Padang (Tempo Interactive)


Selasa, 02 Maret 2010 | 13:53 WIB

TEMPO Interaktif, Padang - Duta Besar Australia untuk Indonesia, Bill Farmer, bersama dengan Wakil Kepala Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB), Sugeng Triutomo, meresmikan program kampanye bangunan aman gempa di Taman Budaya Padang, Sumatera Barat, Selasa (2/3). Tema yang diangkat adalah “Bukan fempanya, tapi bangunannya.”

Program ini digelar untuk menggugah kesadaran masyarakat setempat di tengah-tengah upaya mereka melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa 7,9 SR pada 30 September 2009. "Gempa Sumatera Barat pada 30 September 2009 lalu merupakan peringatan buruk akan risiko gempa bumi di Indonesia," kata Bill Farmer. 

Menurut dia, saat masyarakat sedang membangun kembali kehidupannya merupakan waktu yang tepat untuk mendorong mereka dan pemerintah lokal di Sumatra Barat membangun rumah dan fasilitas umum yang lebih baik. Hal itu penting untuk mengurangi jumlah korban seandainya bencana kembali  di masa depan.

Bill Farmer menambahkan, tim Australia-Indonesia Facility for Disaster Reduction (AIFDR) telah melakukan lebih 70 kali kunjungan untuk mensurvei 4.000 bangunan korban gempa Sumatra Barat. Hasilnya, kata dia, hampir semua bangunan rusak tidak memenuhi standar bangunan rumah tahan gempa. "Sebab itu, perlu membuat penyesuaian ketika membangun kembali rumah dan fasilitas umum agar tahan gempa," katanya.  

Kampanye yang didanai melalui AIFDR ini akan dilakukan dengan menggandeng pemerintah daerah, BNPB, universitas, dan lembaga swadaya masyarakat (NGO) melalui berbagai kegiatan. Selain melalui iklan dan talkshow di televisi dan radio lokal, kampanye juga dilakukan melalui  billboard  serta pelatihan membangun rumah tahan gempa. 

Menurut Bill Farmer, salah satu bentuk kepedulian negaranya terhadap penanggulangan bencana gempa di Sumatra Barat adalah adanya komitmen untuk membantu sebesar 15 juta dolar Australia. Dana itu dipakai untuk tanggap darurat, pemulihan, dan rekonstruksi di sana.
FEBRIANTI
http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2010/03/02/brk,20100302-229284,id.html 

Comments