Pelatihan Jurnalis


Pelatihan Sehari untuk Jurnalis

“MELIPUT RUMAH AMAN GEMPA”

3 Oktober 2010, Ruang Matahari, Hotel Marcopolo, Jakarta Pusat

Latar belakang

Sebagian besar wilayah Indonesia merupakan daerah rawan gempa. Beberapa kejadian gempa di Indonesia merenggut ribuan jiwa, selain kerugian material yang lumayan besar. Gempa bumi tidak bisa dicegah, tetapi dampak dan kerugiannya bisa dikurangi. Sebab jatuhnya korban jiwa maupun rusaknya barang umumnya disebabkan tertimpa bangunan yang ambruk saat gempa terjadi.

Bangunan banyak yang ambruk dan menimpa orang bukan lantaran besarnya goncangan gempa. Melainkan akibat rendahnya mutu bahan, lemahnya struktur bangunan, serta kesalahan teknik pembangunan. Karena seringkali masyarakat mendirikan bangunan tanpa memperhatikan faktor keamanan dan daya tahannya.

Sosialisasi bangunan yang aman gempa sangat mendesak dilakukan sebagai upaya pencegahan agar jatuhnya korban dan kerusakan bangunan dapat diminimalkan. Untuk itu, diperlukan kesadaran dan pemahaman masyarakat, terutama di daerah rawan gempa, agar mereka bisa melakukan antisipasi sejak dini terhadap risiko gempa.

Media memegang peranan penting dalam mendistribusikan informasi mengenai rumah aman gempa kepada khalayak. Dan orang-orang di balik redaksi media sangat menentukan kualitas informasi yang sampai kepada masyarakat. Untuk itu, The Australia-Indonesia Facility for Disaster Reduction (AIFDR) dan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) bekerjasama dengan Yayasan IDEP Selaras Alam mengadakan Pelatihan Sehari untuk meningkatkan kapasitas jurnalis media cetak dan elektronik.

Tujuan pelatihan

  1. Meningkatkan pemahaman wartawan Indonesia tentang:
    1. Resiko gempa bumi yang sering terjadi di Indonesia
    2. Strategi pengurangan risiko bencana yang dapat dipromosikan melalui pers, khususnya mengenai ‘Rumah Aman Gempa’
  2. Meningkatkan kemampuan jurnalis Indonesia dalam meliput dan menulis bencana dan strategi mengurangi dampak bencana melalui pemberitaan.
  3. Memberikan bahan-bahan berupa peta terbaru Bahaya Gempa di Indonesia dan materi-materi Rumah Aman Gempa agar dapat digunakan ketika meliput bencana
  4. Sosialisasi kompetisi karya jurnalistik untuk media cetak dan elektronik

Tema: Rumah Aman Gempa Menyelamatkan Jiwa


Pelaksanaan

Tanggal: 3 Oktober 2010

Tempat: Ruang Matahari, Hotel Marcopolo, Jl. Teuku Cik Ditiro 19, Jakarta Pusat 10350


Peserta

Peserta pelatihan adalah 18 jurnalis media cetak, televisi, radio dari Jakarta dan perwakilan dari Padang, Papua, Poso, Bandung.
Peserta dari luar kota diharapkan hadir sehari sebelum hari H.

Pelatih dan Narasumber

  1. Dr. Wayan Sengara, Kepala Pusat Mitigasi Bencana ITB dan anggota dari tim 9 yang baru saja merilis Revisi Peta Gempa Indonesia 2010.
  2. Dr. Teddy Boen, arsitek senior ITB, ahli gempa utama dalam konstruksi yang aman gempa (Rumah Aman Gempa) - Menjelaskan orientasi dampak dari desain bangunan serta prinsip-prinsip Rumah Aman Gempa yang terjangkau bagi masyarakat Indonesia.
  3. Farid Gaban, pendiri kantor berita Pena Indonesia, mantan redaktur pelaksana Tempo - Memaparkan strategi pemberitaan terkait bencana dan teknik penulisan guna meringankan dampak bencana.
  4. Dandhy Dwi Laksono, Jurnalis Video, mantan Koordinator Liputan RCTI - Memaparkan strategi menyiarkan pemberitaan tentang bencana dan teknik meliput bagi jurnalis televisi untuk meringankan dampak bencana.
  5. Eric Sasono, pelatih radio, pengelola program Media Emergency Internews di Aceh dan Yogyakarta - Memaparkan strategi menyuarakan pemberitaan tentang bencana dan teknik meliput bagi jurnalis radio untuk meringankan dampak bencana.
  6. Yayasan IDEP - menjelaskan strategi online RAG & bahan informasi yang tersedia.

Konsep Pelatihan termasuk ceramah, presentasi, dan diskusi terfokus

Susunan Acara

3 OKTOBER

KETERANGAN

PIC

08.00-08.30 WIB

Registrasi peserta, pembagian materi-materi untuk penulisan berita terkait bencana (diselingi dengan rehat kopi)

KOJI

08.30-09.00 WIB

Pembukaan dan pemaparan tujuan dari kegiatan lokakarya

AIFDR

09.00-10.00 WIB

Peran jurnalis dalam mengurangi dampak bencana secara efektif.

Studi kasus, contoh di lapangan

AJI/KOJI

10.00-11.00 WIB

Resiko gempa bumi yang saat ini dihadapi di Indonesia

(Sosialisasi Peta Ancaman Gempa Bumi Indonesiaterbaru)

Dr. Wayan Sengara, Dr. Trevor Dhu

11.00-12.00 WIB

Orientasi desain bangunan, prinsip-prinsip rumah aman gempa yang terjangkau bagi masyarakat Indonesia

Dr. Teddy Boen

12.00-13.00 WIB

Istirahat, makan siang

 

13.00-14.00 WIB

Pengenalan situs Rumah Aman Gempa dan strategi kampanye secara online

IDEP

14.00-16.00 WIB

Pengenalan media cetak, radio, televisi, dan pembagian kelompok (maksimal 15 menit)

Farid Gaban (media cetak), Dandhy Dwi Laksono (TV), Eric Sasono (radio)

Meningkatkan kemampuan jurnalis Indonesia dalam menulis dan meliput bencana dan strategi meringankan dampak bencana.

Peserta dibagi menjadi 3 kelompok yang akan dipandu oleh masing-masing pelatih.

16.00-16.15 WIB

Rehat kopi

 

16.15-16.45 WIB

Sosialisasi pengurangan dampak bencana melalui kempetisi karya jurnalistik untuk media cetak dan elektronik – Mempromosikan pengurangan dampak bencana melalui jurnalisme

IDEP/KOJI

16.45-17.15 WIB

Sesi tanya jawab dengan KOJI/IDEP/AIFDR/BNPB terkait Rumah Aman Gempa dan Kompetisi Jurnalistik

IDEP/KOJI

17.15-17.45 WIB

Evaluasi / Penutupan

IDEP/KOJI

Pendaftaran

Bagi yang berminat untuk mengikuti pelatihan ini dipersilakan untuk mendaftar di:

KOJI Communications
Jl. Prof. Dr. Soepomo, Kompleks Bier 1 A Menteng Dalam
Jakarta Selatan
Telp/Fax: 021-83702660
atau via email: [email protected]
Atau bisa langsung menghubungi: Hari Nugroho, 0816 1854142